Anak Pengungsi Menderita Lumpuh Layu, Profesor Husain Syam Berikan Biaya Berobat

0 Komentar

Foto : Rektor UNM Profesor Husain Syam Saat mencium khaerul Anak Penderita Lumpuh Layu

PANAHNEWS.com., Majene — Saat Kunjungi Korban Gempa di Desa Kayuangin Kecamatan Malunda Kabupaten Majene, Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM), Profesor Husain Syam, melihat anak yang lumpuh layu dalam dekapan ibunya. Selasa (9/2/2021).

Khaerul , balita 3 tahun tumbuh tidak normal. Kebanyakan anak seusianya bisa berjalan, Khaerul masih terus dalam gendongan ibunya Hariyati Khaerul tubuhnya kurus kecil, tangan dan kaki keadaan lumpuh. Dia menderita penyakit lumpuh layu.

Diantara anak-anak pengungsi, kondisi fisik khaerul, membuat hati Profesor Husain Syam , tokoh pendidikan kelahiran Sulawesi Barat tergerak mendatangi dan berbincang dengan ibunya dan memberikan bantuan dana untuk berobat.

“Sungguh memperihatinkan. Tugas kita semua menyelamatkan anak-anak agar harapan hidup tetap ada. Saya akan menggerakan siapapun untuk bersama-sama membantu Khaerul juga memikirkan kondisi anak pengungsi lainya” kata Husain.

Khaerul merupakan anak bungsu dari enam bersuadara dari pasangan Suami Istri Bapak Agusman dan Ibu Hariyati.

Menurut penuturan Agusman Ayah Khaerul kepada Panahnews.com, “awalnya tiga hari setelah dilahirkan khaerul mengalami kejang-kejang dan saat dibawah kerumah sakit umum daerah Majene di diagnosa kelainan Paru-paru dan saat dilakukan pengobatan penghisapan lendir, tidak ada lendirnya yang keluar,”. Tuturnya Rabu, (10/2/2021).

Agusman menambahkan sudah 4 kali Khaerul dibawah di Rumah Sakit Umum Daerah Majene dan terkahir tahun lalu dan di anjurkan untuk dirujuk di Rumah Sakit Umum Pusat dr Wahidin Sudirohusodo Makassar, namun karena keterbatasan biaya Agusman enggan membawa khaerul ke Makassar dan memilih pengobatan secara tradisional.

Sehari-harinya bapak Khaerul Agusman bekerja sebagai petani dan Hariyati Ibunya hanya mengurus rumah tangga.

Tulisan ini berasal dari redaksi

0 Komentar