Rektor UNM Terus Dorong kemampuan Dosen Dalam Mengajar

0 Komentar

Foto : Rektor UNM Saat Memberikan Sambutan

PANAHNEWS.com., MAKASSAR — Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) Prof Husain Syam saat membuka acara Pusat Layanan Peningkatan Keterampilan Dasar Instruksional, Applied Appriach, Continuing Education & Lesson Study, Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan Universitas Negeri Makassar (UNM) Pelatihan Pekerti dan Applied Approach, di Ball room, lt. 2 Menara Pinisi UNM, Jumat, (4/12/2020).

Prof Husain Syam dalam sambutannya menjelaskan. Dosen harus mampu membedakan mana Motode mengajar di tempat kursus dan mana mengajar di kampus, ini tentu beda kalau di tempat kursus kita ditargetkan menyelesaikan materi dalam 3 bulan, selesai memberikan keterampilan dan Ilmu tapi tidak memberikan sebuah karakter.

“Dalam proses mengajar kita harus bisa memberikan mahasiswa sebuah karakter bagi dirinya (knowledge and value transfer), karena kita tidak mengajar di tempat Kursus yang hanya memberikan Ilmu dan keterampilan”.

Kita juga harus Profesional dalam mengajar, makanya metode mengajar harus jelas membuat bahan ajar, jangan seenaknya kita masuk kelas hanya sekedar mengajar saja, kita harus betul terstruktur. “Karna yang membedakan kita dengan orang diluar sana adalah kita terstruktur”.

Kegiatan ini sangat penting karena sebuah majelis untuk merajut silaturrahim. Pekerti ini, bagian penting yang perlu dipahami oleh pengajar di Perguruan Tinggi, yakni kompetensi pedagogik, sosial, kepribadian, dan kompetensi profesional.

“Pekerti ini diperuntukkan kepada non-tendik, sebagai bagian kita untuk mengonstruksi bahan ajar, mengasesmen proses yang dilakukan. Saya berharap bapak/ibu memiliki kompetensi dalam mengajar, terapkan teaching method yang baik, seperti halnya mengajar secara full daring harus terukur, indikatornya harus jelas sehingga menghasilkan mutu yang ekselen,”ungkapnya.

“Kita akan mendesain kegiatan belajar mengajar di UNM melalui cara blended, yakni kombinasi antara luring dan daring, 70% luring dan 30% daring, sehingga jangan membuat mahasiswa kita cerdas secara kognitif tetapi lemah dari sisi kemampuan teknologi,” harapnya.

Sementara Prof Sapto Haryoko, yang juga Ketua LP2MP UNM mengatakan bahwa pelatihan pekerti dan Applied Approach ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan dosen dalam menyajikan materi dalam proses belajar di kelas.

“Kegiatan ini untuk meningkatkan kemampuan kita dalam menyajikan materi dalam proses belajar dikelas maka dari kita harus bersungguh-sungguh mengikuti kegiatan ini, sehingga memberikan hasil yang baik” tutupnya.

Pada kegiatan ini bertindak sebagai narasumbar yakni Prof Dr Hasnawi Haris yang juga Wakil Rektor bidang Akademik, dan Dr Sukardi Weda, wakil rektor bidang kemahasiswaan.(*)

Tulisan ini berasal dari redaksi

0 Komentar