Lestarikan Budaya, Dialog dan launching Sekolah Lontara di Gelar di Luyo

0 Komentar

PANAHNEWS.com., POLMAN– Dialog Kebudayaan dan Launching Sekolah Lontara digelar Pemerintah Kecamatan Luyo bekerjasama dengan komunitas Se-kecamatan Luyo yang digelar dikantor aula Assitalliang Kecamatan Luyo Ahad, 22/11/2020.

Dalam dialog kebudayaan panitia menghadirkan Maraddia Tubbo Aco Nirpati Madjid dan pengiat literasi Muhammad Munir, sebagai narasumber dan Mas’ud Shaleh bertindak sebagai Keynote Speaker

Farham Rahmat selaku ketua panitia menuturkan bahwa bangitu banyak bahasa asli nusantara yang sudah mulai kehilangan penuturnya manuskrip nusantara tidak bisa terakses hanya karena tidak melek aksara.

“Bengitu banyak bahasa asli nusantara yang sudah mulai kehilangan penuturnya manuskrip nusantara tidak bisa terakses hanya karena tidak melek aksara”

Sekolah lontara ini kami laksanakan agar generasi tetap terhubung dengan pengetahuan leluhurnya
tentunya dengan cara mempelajari bahasa dan tulisan lontara. Setelah itu diterjemahkan yang akan melahirkan analisa penjelasan (syarah) sehingga bisa menghasilkan karya tulis, untuk melakukan uji data dengan bedah buku lalu kita perkenalkan kepada khalayak umum.

Sekcam Kecamatan Luyo An’nangguru Zainul Abidin juga mengapresiasi kegiatan sekolah lontra, inti dari sekolah ini harus melahirkan sumber daya yang handal dalam merawat tradisi keilmuan para leluhur kita di mandar.

Bahasa mandarnya “namala tiapa I muissang tongan kabe’ paissanganna kanneq kenneqta mua’ indani muissang mambaca lontara’”

Launching sekolah lontara’ yang dihadiri kurang lebih lima puluh orang ini akan berlanjut dalam bentuk kelas privat.

Sekitar enam belas komunitas, masing-masing mengutus perwakilannya lima orang untuk mengikuti kelas. Targetnya bisa membaca aksara Lontara da,n mempraktikkannya langsung pada teks lontara.

“Mari kita bersama-sama bangga dan mengangkat tradisi pengetahuan para luluhur kita” tutupnya (*)

Tulisan ini berasal dari redaksi

0 Komentar