Dokter ASN di Puskesmas Pelitakan Malas, BAIN HAM Minta Pemkab Harus Bersikap

0 Komentar

Puskesmas Pelitakan Kabupaten Polman. (Ist).

Dokter di Puskesmas Pelitakan tidak profesional dalam menjalankan tugasnya sebagai dokter yang berstatus Aparat Sipil Negara (ASN).

Hal itu dibeberkan Ketua Badan Advokasi Investigasi Hak Asasi Manusia (BAIN HAM) RI Sulbar, Abdul Rahman dihadapan wartawan, Kamis (15/10/2020).

Abdul Rahman mengatakan, setelah Tim Investigator BAIN HAM melakukan investigasi selama beberapa hari di Puskesmas Pelitakan ternyata benar ditemukan beberapa Dokter yang berstatus ASN nakal.

“Dari pemantauan Tim Investigator BAIN HAM secara langsung serta laporan warga dan pihak Puskesmas ternyata ada dokter yang status ASN di Puskesmas itu pemalas atau nakal artinya dia masuk kerjanya pukul 09.00 WITA pagi, terus pulang kerja Pukul 12.00 WITA siang jadi jam kerja hanya 3 jam, ini benar sudah kelewatan,” katanya.

Menurutnya bahwa dokter di Puskesmas Pelitakan tidak Profesional dalam menjalankan kinerjanya Sebagai Seorang Dokter apalagi seorang Aparat Sipil Negara (ASN).

Ia menjelaskan, bahwa dokter ASN masuk kerja itu sudah diatur dalam keputusan Presiden nomor 68 tahun 1995 tentang jam kerja dilingkungan pemerintah.

“Jadi mulai pukul 07.30 WITA sampai pukul 16.00 WITA itu mereka bekerja
Sementara untuk waktu istirahat 12.00- 13.00 WITA jika dirinci waktu yang tidak masuk kerja sesuai peraturan tersebut maka dapat dikategorikan sebagai korupsi karena waktu diperkecil tetapi gaji tetap berjalan secara normal,” papar Abdul Rahman.

Lebih jauh, Abdul Rahman menyebut, bahwa hal ini tidak dalam hal korupsi waktu, akan tetapi, kata dia, hal ini juga tentunya akan berdampak pada pelayanan yang tidak berjalan maksimal.

“Hal ini akan menimbulkan banyak kerugian jika masih banyak dokter ataupun tenaga medis yang sudah berstatus ASN masih saja nakal dengan malas ataupun korupsi waktu. Untuk itu saya mewakili BAIN HAM RI Provinsi Sulbar mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Polewali Mandar (Polman) melakukan evaluasi terhadap ketiga Dokter di Puskesmas Pelitakan,” terang Rahman.

Penulis : Ipul
Tulisan ini berasal dari redaksi

0 Komentar