Perdagangan Penyu Sisik Ilegal di Mamuju Berhasil Dibongkar Polisi

0 Komentar

Kepolisian Sektor Kalukku, berhasil mengungkap perdagangan daging penyu sisik dengan jaring untuk diperdagangkan secara ilegal. (Ist).

PANAHNEWS.com, Mamuju–Kepolisian Sektor Kalukku, Polresta Mamuju, Sulawesi Barat, berhasil mengungkap perdagangan daging penyu sisik dengan jaring untuk diperdagangkan secara ilegal.

Kapolsek Kalukku Ipda Sirajuddin, mengatakan pihaknya telah melakukan membongkar tempat pengolahan puluhan daging penyu tersebut dengan menyita 220 kilogram daging penyu yang siap dijual.

“Iya benar kemarin kami telah mengungkap adanya tempat pengolahan penyu itu di salah satu lingkungan di Kecamatan Kalukku, pada Selasa (6/10/2020) sekira pukul 17. 00 WITA,” kata Sirajuddin saat dikonfirmasi, Ahad (11/10/2020).

Sirajuddin menjelaskan, pengungkapan ini berawal dari adanya laporan masyarakat terkait aktivitas pengolahan daging penyu yang dilakukan oleh sejumlah orang di kawasan Kelurahan Sinyonyoi, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju.

Sehingga dari laporan itu, lanjut Sirajuddin, pihaknya langsung mengecek dan menemukan 14 karung daging penyu dalam kondisi tercincang dan sudah dikeringkan serta lima ekor penyu yang masih hidup.

“Informasi dari warga kita Terima terus kita cek, ternyata benar akhirnya kami menyita 14 karung daging penyu dengan berat sekitar 220 kilogram yang sudah dalam kondisi tercincang dan lima ekor penyu yang masih hidup,” terang Sirajuddin

Sirajuddin menambahkan, pihaknua jiga telah memeriksa sejumlah orang, termasuk kepala lingkungan, diduga sebagai pemilik lima ekor penyu yang masih hidup tersebut

“Lima ekor penyu yang masih hidup itu sudah dilepasliarkan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulbar. Kami hanya menyerahkan dan mendampingi proses pelepasliaran tersebut,” ujar Sirajuddin.

“Jadi selain kami menyita daging penyu yang sudah diolah dan menyelamatkan lima ekor penyu yang masih hidup, kami juga telah memeriksa sejumlah orang,” Imbuhnya.

Hingga saat ini, lanjut Sirajuddin, pihaknua masih melakukan penyelidikan terkait penemuan lokasi pengolahan daging penyu tersebut.

“Kami masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah orang, termasuk kepala lingkungan. Belum ada yang ditetapkan tersangkka dan kami masih melakukan penyelidikan,” terang Kapolsek.

Terpisah, Kepala Seksi Pengawasan dan Pengendalian Sumber Daya Biota Perikanan Sulbar, Apriadi Suratman mengatakan, para pelaku yang medagangkan daging tersebut tentunya telah bersalah karena melanggar undang-undang nomor 5 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya.

“Iya jadi benar ini melanggar sesuai undang-undang konservasi, sumber daya alam hayati dan ekosistem. Dilarang untuk menangkap, membunuh, menyimpan dan memperdagangkannya,” kata Apriadi

“Adanya pelepasan penyu tersebut, tidak ada lagi masyarakat yang melakukan penangkapan. Pasalnya satwa penyu sisik saat ini sudah terancan punah,” terangnya.

Penulis : Ipul
Tulisan ini berasal dari redaksi

0 Komentar