Sudah Setahun Lebih, BBM Subsidi Dikuasai Para Pelangsir di SPBU Campalagian Polman

0 Komentar

Antrian Cukup Panjang Warga yang akan mengisi BBM subsidi jenis bensin di SPBU Campalagian Polman.

PANAHNEWS.com, Polman–Aktifitas pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) khususnya bersubsidi seperti Premium dan Solar, mulai minim dirasakan masyarakat umum. Pasalnya, tindakan pengisian BBM bersubsidi dengan skala berulang-ulang, membuat BBM ‘idola’ masyarakat itu cepat ludes.

Menariknya, ternyata saat ini BBM bersubsidi tersebut sengaja dibeli dengan menggunakan mobil dan motor bertangki yang telah dimodifikasi. Hal tersebut sepertinya sudah menjadi rahasia umum bagi masyarakat.

Aktivitas ini lah yang dilakukan para pelangsir BBM. Meski dipastikan pihak SPBU sudah mengetahui jika banyak oknum-oknum yang mengisi BBM untuk melangsir. Praktek mendapatkan BBM bersubsidi ini terus dilakukan. Malahan, pelangsir dengan leluasa mengisi BBM jenis Solar dan Premium dengan cara berulang-ulang.

Kondisi ini terjadi di SPBU Campalagian Kabupaten Polewali Mandar Sulawesi Barat. Dari pantauan media ini, pada umumnya yang mengantri BBM bersubsidi di SPBU tersebut mobil dan motor milik para pelangsir.

Tak pelak, hanya sedikit mobil dan sepeda motor yang benar-benar ingin mengisi BBM untuk kepentingan umum.

Ternyata, kondisi seperti ini sudah setahun lebih terjadi, malahan, warga yang benar-benar membutuhkan BBM subsidi ini harus gigit jari dan kecewa. Lantaran selain mereka mengantri cukup panjang dan berjam-jam, namun saat akan diisi ternyata BBM yang diharapkan sudah habis. Kuat dugaan, BBM ini habis ‘disedot’ pelangsir.

Trik para pelangsir BBM pun tergolong rapi, hal itu diketahui dengan adanya permainan antara pihak SPBU, yang mengatur penjualan BBM subsidi di jam-jam tertentu untuk dijual kepada Pelangsir.

Sinar salah seorang pengendara motor mengatakan jika dirinya sudah tiga jam mengantri di SPBU Tambang Baru. Namun saat tiba gilirannya mengisi BBM, malah BBM sudah habis.

“Waktu kita habis disini, BBM tidak dapat. Tampaknya SPBU ini hanya diperkenankan mengisi BBM untuk pelangsir saja. Saya jelas-jelas ingin mengisi BBM untuk keperluan sehari-hari, tapi sulit mendapatkan BBM disini,” ungkapnya

“Warga juga sudah curigai ini SPBU Campalagian sudah setahun lebih para pelangsir menggunakan motor besar, mereka masuk terus bebeberapa menit masuk setelah bensin yang sebelumnya diisi sudah dipindahkan di jergeng-jergeng besar, harusnya seperti ini harus diperhatikan, ” sambungnya.

Komentar senada Ketua Umum Kesatuan Palajar Mahasiswa Polewali Mandar (KPM-PM) Cabang Campalagian Nasrulllah, juga mengeluhkan buruknya pelanyanan SPBU Campalagian. Ia menyebut tindakan seperti ini dapat merugikan masyarakat, hal itu juga dikarenakan diperparah dengan lemahnya pengawas pihak terkait yang seolah-olah menjadi pembiaran pihak terkait.

“Hampir setiap hari selama kurang lebih kurun waktu 2 tahun terakhir semenjak munculnya BBM jenis Pertalite yang nonsubsidi itu masyarakat kebanyakan tidak menikmati BBM subsidi jenis premium yang tersedia di SPBU,” ungkapnya

“Kita lihat itu hampir setiap harinnya SPBU dipenuhi dengan kendaraan roda dua yang sudah dimodifikasi memakai tangki besar kadang hanya didorong karena motornya cuman berfungsi di tangkinya, hal ini tentunya merugikan beberapa warga,” sambungnya.

Nasrullah menjelaskan, pada setiap antrian mobil dari dalam pertamina sampai ke jalan poros yang panjangnya bisa sampai 100 meter. Bahkan lebih dari itu yang tentunya dapat menghambat laju kendaraan saat melintas akibat antrian tersebut.

Tak hanya itu, ketika stok BBM seperti premiun hendak datang antrian sudah panjang. Hal inilah, kata Nasrullah, yang dicurigai ada komunikasi antara pihak SPBU dengan para pelangsir tersebut.

“Kuat dugaan mereka ada kerjasama antara pihak SPBU dan pengecer yang mendapat jatah BBM subsidi jenis premium setiap harinya yang mengakibatkan setiap malam ada antrian kendaraan di SPBU Campalagian,” paparnya

“Sehingga paginya BBM subsidi jenis premium langsung habis. Ini tentunya sangat merugikan, nah disinilah dipertanyakan fungsi dari pihak-pihak terkait agar tidak terjadi lagi monopoli BBM bersubsidi seperti jenis premiun ini,” terangnya.

Penulis : Ipul
Tulisan ini berasal dari redaksi

0 Komentar